Dia menegaskan BI tidak akan tinggal diam karena bank sentral akan menjaga stabilitas rupiah karena akan berada di pasar selama 24 jam.
“Bank Indonesia seperti biasa akan all out. Kemudian baik di pasar luar negeri maupun dalam pasar dalam negeri dengan transaksi di pasar spot, di pasar NDF, di pasar DNDF dan juga melakukan komunikasi Intens dengan pelaku pasar,” jelas Denny.
Bagaimanapun, kata dia, perkembangan rupiah hingga saat ini relatif masih lebih baik dibandingkan dengan mata uang negara lain di emerging market. Dia berharap ke depannya rupiah akan mulai menguat terhadap dolar AS dan stabil.
“Oleh sebab itu tentunya sinergi dari berbagai pihak itu sangat diperlukan untuk sama-sama membawa rupiah kita menguat terhadap dolar AS,” imbuhnya.
Rupiah membuka sesi perdagangan Selasa (7/7/2026) dengan pelemahan 0,03% ke Rp18.000/US$. Namun lama berselang rupiah menguat terbatas 0,04% ke posisi Rp17.988/US$ pada 09:05 WIB. Lalu, rupiah melanjutkan penguatan terbatas ke posisi Rp17.980/US$ pada 09:23 WIB.
Pergerakan rupiah cukup liar di awal pekan ini, dan sempat tercatat melemah Rp18.006/US$ pada sesi intraday pukul 14:15 WIB kemarin.
(lav)




























