Data riset Bloomberg Technoz menunjukkan emiten consumer discretionary, penyedia materi iklan dan percetakan yang ditujukan untuk promosi media digital print, PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) harga sahamnya melesat 376,19% mencapai posisi Rp900/saham.
Adapun sentimen emiten VISI adalah prospek usaha yang dinilai amat menarik. Mencermati masuknya pengendali baru dari grup Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, dengan kepemilikan mayoritas yang menguasai 61,85% saham melalui PT Harmoni Semesta Investama.
Satu Visi Putra turut gencar melangsungkan penataan struktur keuangan, hingga berencana melepas sejumlah aset senilai Rp75 miliar yang berlokasi di beberapa kota guna memperkuat likuiditas perusahaan.
Adapun usai resmi menjadi perusahaan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, VISI menunjuk Uriep Budhi Prasetyo yang sebelumnya menjabat Komisaris Independen untuk merangkap posisi sebagai Komisaris Utama. VISI juga mengangkat nama baru, Hendra Budianto sebagai Direktur, serta dr. Kartika Maria Okky Simanjuntak sebagai Komisaris.
Selengkapnya sebagai berikut:
- Direksi
Direktur Utama: David Dwiputra
Direktur: Hendra Budianto;
- Dewan Komisaris
Komisaris Utama / Komisaris Independen: Uriep Budhi Prasetyo,
Komisaris: dr. Kartika Maria Okky Simanjuntak
Posisi selanjutnya yang menjadi perhatian investor, terdapat emiten PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) yang harga sahamnya melesat 365,91% mencapai posisi Rp615/saham.
BAIK merupakan perusahaan pengelola rumah makan secara langsung dan/atau tidak langsung melalui entitas anak, kemitraan, serta perdagangan bahan baku.
Melesatnya harga saham BAIK linear dengan proyeksi, dan masa depan perusahaan yang amat menarik, di mana perusahaan tengah mengembangkan bisnis penyediaan bahan baku makanan yang tengah dilirik dan diminati pasar. Inovasi, memperkuat hubungan pelanggan dan pemasok, kualitas layanan, serta mengoptimalkan efisiensi operasional juga tengah digenjot emiten.
Terlebih secara fundamental, sepanjang kuartal I-2026, PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) berhasil mencatat pertumbuhan penjualan mencapai double digit hingga menyentuh Rp56 miliar dan laba bersih Rp1,7 miliar.
Sementara itu, berikut 10 saham paling merugi (top losers) sepanjang perdagangan semester I-2026:
Disclaimer: Artikel ini bukan sebagai bentuk ajakan atau rekomendasi untuk membeli saham tertentu.
(fad/aji)





























