Logo Bloomberg Technoz

QatarEnergy dan Nakilat tidak menanggapi permintaan komentar.

Selat Hormuz telah menjadi titik fokus bagi semua pihak sejak AS dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada akhir Februari, seiring para pemilik kapal mengevaluasi keamanan pelayaran untuk mengirimkan kapal masuk dan keluar dari Teluk Persia.

Serangan pada Selasa telah memicu kekhawatiran baru. Al Areesh, kapal tanker LNG lain yang bermuatan di Qatar dan sedang menuju keluar dari Teluk Persia, tampaknya berbalik arah pada Selasa, menurut data pengiriman. Kapal tersebut sebelumnya memberi sinyal tujuan Port Qasim di Pakistan.

Harga gas di Eropa naik hingga 4,5% pada awal perdagangan di Asia, sementara harga minyak mentah Brent naik tipis menyusul berita tersebut. Harga minyak telah anjlok dalam beberapa hari terakhir karena prospek semakin banyaknya kapal yang dapat melintasi selat tersebut memicu kekhawatiran bahwa pasar akan segera mengalami kelebihan pasokan.

Lalu lintas kapal membaik sejak kesepakatan damai sementara ditandatangani bulan lalu, tetapi terus menghadapi tantangan dan gangguan, karena Iran secara berkala menegaskan kendalinya atas jalur air tersebut, memblokir transit di rute yang belum disetujuinya, atau menyerang kapal. Pada Senin, sekelompok kapal terkait Jepang tampaknya melintasi selat tersebut dengan mengikuti rute yang disetujui Iran.

Namun, masih belum ada kejelasan mengenai solusi permanen untuk mengelola titik krusial tersebut di tengah pembicaraan yang bertujuan mencapai perdamaian abadi.

Koridor yang disetujui Iran di sepanjang sisi utara selat tersebut telah dilalui oleh dua pertiga dari seluruh kapal yang melintas dalam beberapa hari terakhir, menurut data dari perusahaan intelijen Kpler Ltd, sedangkan sisanya melintas melalui rute Oman yang dikelola AS.

Dari 25 kapal yang melintasi Selat Hormuz pada Senin saja, data menunjukkan bahwa hanya tiga kapal yang melakukannya di sisi Oman dengan transponder mereka aktif—meski ada pembaruan dari angkatan laut regional yang mengingatkan para pemilik kapal bahwa rute Oman yang dikelola AS tetap tersedia untuk digunakan. 

“Penggunaan jalur pelayaran yang berbeda secara terus-menerus menunjukkan bahwa lalu lintas melalui selat tersebut tetap beroperasi, tetapi terfragmentasi karena pemilik kapal menerapkan strategi rute yang berbeda-beda berdasarkan penilaian risiko masing-masing,” kata Muyu Xu, analis senior minyak mentah di Kpler.

Rute Transit Hormuz. (Bloomberg)

Serangan terhadap kapal tanker Qatar juga merupakan ancaman langsung terhadap rencana negara tersebut untuk menghidupkan kembali pengiriman dari fasilitas LNG terbesar di dunia. Al Rekayyat telah mengangkut kiriman LNG dari Ras Laffan Qatar awal bulan ini, kata sumber yang mengetahui hal tersebut.

Serangan tersebut terjadi saat Presiden Donald Trump sedang dalam perjalanan menuju KTT para pemimpin NATO di Ankara, Turki. Konflik AS dengan Iran diperkirakan akan menjadi topik utama diskusi, mengingat Trump telah mengungkap kemarahannya kepada beberapa anggota Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) karena tidak berbuat lebih banyak untuk membantu AS melawan Republik Islam Iran.

Pembicaraan antara AS dan Iran ditangguhkan karena Teheran memulai upacara pemakaman massal untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, yang tewas pada hari pertama perang pada akhir Februari. Qatar mengatakan pertemuan selanjutnya akan dijadwalkan sesegera mungkin setelah upacara pemakaman. Khamenei dijadwalkan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada 9 Juli.

Axios sebelumnya melaporkan bahwa dua kapal dagang telah dihantam rudal Iran, tanpa menyebutkan nama kapal tersebut. Kedua kapal mengalami kerusakan parah, tetapi tidak ada korban jiwa, mengutip pernyataan seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

(bbn)

No more pages