Gelombang Panas Kembali Mengancam Eropa Barat Sepanjang Juli
Dinda Decembria
01 July 2026 20:20

Joe Wertz - Bloomberg News
Bloomberg, Ketika gelombang panas yang memecahkan rekor di Eropa mulai mereda, tanda-tanda kemunculan gelombang panas berikutnya mulai terbentuk di atas Samudra Atlantik.
Dalam beberapa hari ke depan, wilayah bertekanan tinggi diperkirakan akan bergerak mendekati benua Eropa dan meluas, mengusir udara yang lebih sejuk serta kembali memicu kondisi panas yang tidak biasa di Spanyol, Prancis, dan Inggris. Suhu tertinggi di Portugal dan wilayah selatan Spanyol diperkirakan masing-masing mencapai 43 derajat Celsius dan 41 derajat Celsius pada pekan ini, sementara suhu di Paris diperkirakan menyentuh 30 derajat Celsius pada Jumat dan di London mencapai 31 derajat Celsius pada Senin.
Perubahan iklim meningkatkan frekuensi dan intensitas gelombang panas di benua yang mengalami pemanasan paling cepat di dunia tersebut. Kondisi ini membebani sistem kesehatan, transportasi, dan kelistrikan, sekaligus menyingkap kerentanan sektor perumahan di kota-kota seperti London. Meski demikian, gelombang panas ketiga yang melanda Eropa Barat sejak pekan terakhir Mei diperkirakan tidak akan membawa suhu seekstrem gelombang panas yang memanggang kawasan itu bulan lalu, menurut meteorolog Kantor Meteorologi Inggris (UK Met Office), Alex Burkill.
"Pada tahap ini, tampaknya cuaca tidak akan sepanas atau selembap yang kami alami pekan lalu," kata Burkill dalam sebuah pengarahan melalui video.






























