Logo Bloomberg Technoz

Ekonom: Injeksi Likuiditas Jadi Solusi Jangka Pendek

Mis Fransiska Dewi
30 June 2026 18:50

Rupiah. dok: Bloomberg
Rupiah. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom berpandangan perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) senilai Rp381 triliun hingga Desember 2026 merupakan upaya menstabilkan kondisi jangka pendek, bukan penyelesaian masalah struktural. 

Diketahui, dalam waktu berdekatan, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 100 basispoin (bps) dalam kurun waktu satu bulan, demi memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai secara sekilas kebijakan otoritas fiskal dan moneter terlihat kontradiktif. BI menaikkan BI Rate untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan ekspektasi inflasi, dan menarik aliran modal. Di saat yang sama, Kementerian Keuangan menempatkan likuiditas yang berasal dari SAL ke perbankan untuk menambah likuiditas dan mendorong jumlah uang beredar. 


“Keduanya sebenarnya bekerja melalui jalur yang berbeda. Suku bunga mengatur harga uang dan memengaruhi nilai tukar, sedangkan penempatan SAL mengatur ketersediaan likuiditas agar fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan. Jadi ini lebih tepat disebut pembagian peran daripada dua kebijakan yang saling membatalkan,” kata Yusuf ketika dihubungi, Selasa (30/6/2026). 

Dia juga memandang koordinasi tersebut juga terlihat dari penempatan dana SAL. Dari total Rp381 triliun, sekitar Rp100 triliun masih disimpan di bank sentral sebagai dana siaga. Artinya pemerintah tidak langsung melepas seluruh likuiditas ke pasar.