Logo Bloomberg Technoz

Tren Melajang Meningkat di Singapura, Kelahiran Bayi Menurun

News
30 June 2026 16:00

Gedung-gedung di cakrawala Singapura. (Wei Leng Tay/Bloomberg)
Gedung-gedung di cakrawala Singapura. (Wei Leng Tay/Bloomberg)

Isabelle Chong - Bloomberg News

Bloomberg, Semakin banyak warga Singapura yang tetap melajang lebih lama dan memiliki lebih sedikit anak.

Perempuan lajang penduduk tetap berusia 25 hingga 29 tahun mencatat kenaikan terbesar, menjadi 73,4% pada 2025dari 69% pada 2020, menurut laporan survei Departemen Statistik Singapura yang dirilis pada Selasa. Sementara itu, laki-laki lajang berusia 30 hingga 34 tahun mencatat peningkatan terbesar di kelompok pria, naik menjadi 47,6% pada tahun lalu.


Meningkatnya proporsi orang dewasa muda yang masih melajang terjadi ketika Singapura terus bergulat dengan angka kelahiran yang mencapai rekor terendah. Selama beberapa tahun terakhir, negara kota tersebut telah memperkenalkan berbagai kebijakan untuk mendukung orang tua, termasuk pemberian bonus tunai bagi kelahiran bayi, perpanjangan cuti ayah, serta pelonggaran aturan pembekuan sel telur.

Awal bulan ini, Perdana Menteri Lawrence Wong mengatakan pemerintah akan berfokus untuk menjadikan Singapura sebagai tempat yang lebih baik untuk membesarkan keluarga, alih-alih terutama mengandalkan insentif finansial untuk mendorong warganya memiliki lebih banyak anak.