Logo Bloomberg Technoz

Tarik Ulur Likuiditas SAL di Himbara Dipicu Dua Kepentingan Besar

Mis Fransiska Dewi
30 June 2026 17:00

Rupiah. dok: Bloomberg
Rupiah. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom menilai terdapat dua kepentingan besar terkait penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL). Dana SAL kini mulai kembali ditempatkan di bank-bank milik negara hingga total Rp381 triliun, setelah sempat ditarik sebagian untuk disimpan di Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu.

Ekonom sekaligus Guru Besar Universitas Airlangga Rahma Gafni berpandangan, pemerintah di satu sisi ingin mengoptimalkan imbal hasil dana SAL atau menariknya untuk kebutuhan fiskal belanja negara agar tidak mengendap sia-sia. Di sisi lain, jika dana tersebut ditarik terlalu cepat atau terlalu besar, Himbara bisa mengalami kekeringan likuiditas mendadak atau liquidity crunch

“Rencana menyuntikkan kembali dana dalam jumlah besar biasanya menjadi rem darurat ketika indikator di pasar menunjukkan pengetatan likuiditas yang berisiko mengganggu penyaluran kredit,” kata Rahma ketika dihubungi, Selasa (30/6/2026). 


Dia menyebut hubungan antara penempatan dana tersebut dengan uang primer (M0) sangatlah erat. Saat dana ditarik ke Bank Indonesia (BI), maka dana bergeser dari sistem perbankan komersial ke bank sentral. Hal ini secara efektif menyerap likuiditas dari pasar, mengurangi cadangan bank, dan dapat menahan laju pertumbuhan uang beredar.

Saat dana Rp381 triliun disuntikkan ke Himbara, maka likuiditas kembali diguyur ke sistem perbankan. Ini meningkatkan cadangan wajib minimum (GWM) bank secara nominal dan melonggarkan kapasitas bank untuk berekspansi, yang pada akhirnya menstimulasi perputaran uang di sektor riil.