Membaca Arah Bisnis Induk Facebook yang Masih Getol Investasi AI
News
30 July 2026 14:30

Bloomberg, Meta Platforms Inc. merilis proyeksi pendapatan kuartalan yang mengecewakan, sehingga meningkatkan tekanan CEO Mark Zuckerberg untuk meredakan kekhawatiran investor bahwa raksasa teknologi asal AS tersebut belum segera mendapat manfaat dari pengeluaran besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Meta juga melaporkan arus cash flow terendah dalam beberapa tahun terakhir, sebuah sinyal membengkaknya biaya pengeluaran untuk investasi AI, termasuk pusat data dan kacamata pintar, yang dapat mencapai US$145 miliar tahun ini.
Meta mengandalkan bisnis periklanan internetnya yang luas untuk membiayai investasi-investasi ini, namun para pemegang saham semakin resah mengenai kemampuan perusahaan untuk menghasilkan penjualan dan laba dengan laju yang cepat. Para investor menolak rencana tersebut awal tahun ini ketika Mark Zuckerberg mempertebal proyeksi pengeluaran untuk AI, dan banyak di antara mereka menyesali biaya besar-besaran Meta untuk realitas virtual dan Metaverse (proyek biaya besar tanpa menghasilkan keuntungan yang berarti).
Dalam pertemuan dengan investor hari Rabu waktu AS, Mark Zuckerberg berulang kali meyakinkan bahwa fokusnya pada AI pada akhirnya akan membuahkan hasil.
“Saya mengerti bahwa ini adalah investasi besar dan taruhan besar. Kami melihat teknologi ini berfungsi. Kami puas dengan perkembangan laboratorium ini. Saya antusias dengan produk-produk yang akan datang. Dan kami yakin ini akan menjadi hal yang besar,” cerita dia.

































