Tekanan Jadi Peluang, Valuasi IHSG Sudah Murah
Muhammad Julian Fadli
12 June 2026 14:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah hingga kekhawatiran defisit fiskal yang melebar diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah telah menyeret pasar saham Indonesia menuju tren bearish. Performa bursa saham RI, acuan investor pasar modal Indonesia pun bergejolak amat hebat.
Sepanjang 2026, IHSG telah turun 30%. Nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga melemah 7% point–to–point hingga perdagangan siang hari ini, Jumat 12 Juni, yang turut menjadi pemberat IHSG menjadi yang terlemah sejak 2020 atau dalam lima tahun perdagangan saham berlangsung.
Sentimen konflik Timur Tengah sejatinya tidak hanya mengeret IHSG, namun juga Bursa Asia lainnya. Seperti halnya SENSEX (India), Hang Seng (Hong Kong), dan PSEI (Filipina), yang tertekan di zona merah year–to–date/ ytd.
Sedang, KOSPI (Korea Selatan), TW Weighted Index (Taiwan), NIKKEI 225 (Jepang), SETI (Thailand), Straits Times (Singapura), Shanghai Composite (China), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), dan KLCI (Malaysia), masih mampu menguat di sepanjang tahun 2026.
Lantas, apakah valuasi IHSG sudah murah setelah penurunan sepanjang tahun ini?






























