Jelang IPO SpaceX, Australia Takut Warganya Adiksi Starlink
Merinda Faradianti
12 June 2026 12:48

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah Australia mulai menyoroti risiko ketergantungan terhadap layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk, di tengah rencana penawaran saham perdana (IPO) SpaceX yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni 2026.
Dokumen pemerintah yang diperoleh melalui mekanisme Freedom of Information (FOI) menunjukkan, sejumlah pejabat Australia mengkhawatirkan penggunaan Starlink yang semakin luas, baik oleh masyarakat, operator telekomunikasi maupun lembaga pemerintah.
Kekhawatiran utama adalah karena layanan tersebut dimiliki perusahaan asing dan dikendalikan dari luar Australia, seperti yang dilaporkan ABC News, dikutip Jumat (12/6/2026).
Dalam laporan yang sama, menurut estimasi pemerintah setempat, sekitar 200.000 warga Australia telah menggunakan Starlink pada 2025. Angka itu diperkirakan terus meningkat setelah operator telekomunikasi besar seperti Telstra dan Optus menjalin kerja sama dengan SpaceX untuk menghadirkan layanan telepon satelit ketika pelanggan berada di luar jangkauan jaringan seluler.
Dalam presentasi internal Departemen Dalam Negeri Australia, Starlink disebut memiliki risiko ketersediaan layanan akibat sifatnya yang berbasis di luar negeri. Pemerintah lantas menilai Australia tidak memiliki kendali langsung terhadap jaringan satelit yang beroperasi di orbit Bumi tersebut.






























