Logo Bloomberg Technoz

PINTU Kirim Starlink untuk Pulihkan Konektivitas Aceh


(Dok. PINTU Indonesia)
(Dok. PINTU Indonesia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset kripto yang telah terdaftar dan berizin resmi di Indonesia, kembali menunjukkan perannya di luar sektor finansial digital.

Perusahaan ini turut mengambil bagian dalam upaya pemulihan pasca bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, dengan fokus utama di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.

Bencana longsor dan banjir yang terjadi di akhir 2025 berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Tidak hanya merusak infrastruktur jalan dan permukiman, bencana tersebut juga melumpuhkan jaringan komunikasi, termasuk akses internet yang menjadi sarana vital dalam kondisi darurat. Terputusnya konektivitas membuat koordinasi bantuan, komunikasi dengan keluarga, hingga akses informasi menjadi sangat terbatas.

Melihat kondisi tersebut, PINTU menyalurkan bantuan berupa empat unit perangkat Starlink lengkap dengan biaya langganan internet selama tiga bulan. Bantuan ini disalurkan melalui kerja sama dengan Tim Relawan Independen serta Yayasan Gerakan Memutus Rantai. Proses pendistribusian perangkat dilakukan secara langsung oleh tim relawan pada periode 26 hingga 30 Desember 2025, menyasar wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau akibat kerusakan akses.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PINTU dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam aspek konektivitas digital. Di era saat ini, akses internet tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai alat penting untuk koordinasi bantuan, distribusi informasi resmi, hingga pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Andy Putra, SVP Strategy & Business PINTU, menegaskan bahwa kontribusi perusahaan berangkat dari kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang terdampak langsung.

“PINTU mengambil bagian untuk mendukung percepatan pemulihan konektivitas dengan mengirimkan empat buah starlink beserta biaya langganannya hingga tiga bulan ke depan yang diserahkan langsung lewat Tim Relawan Independen dan Yayasan Gerakan Memutus Rantai. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi warga di Aceh untuk bisa terus terhubung dalam jaringan internet guna memudahkan komunikasi dengan kerabat, relawan, dan juga pemerintah,” ujar Andy.

Kolaborasi Relawan Menjangkau Wilayah Terisolasi

(Dok. PINTU Indonesia)

Penyaluran bantuan ini tidak terlepas dari peran Tim Relawan Independen dan Yayasan Gerakan Memutus Rantai yang terjun langsung ke lapangan. Tim relawan menghadapi tantangan tersendiri untuk menjangkau daerah yang sempat terisolasi akibat banjir dan longsor, mulai dari akses jalan yang rusak hingga keterbatasan sarana transportasi.

Founder & CEO Ngomongin Uang, Glenn Ardi, yang tergabung dalam Tim Relawan Independen, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PINTU.

“Kami mengapresiasi PINTU yang telah memberikan bantuan untuk saudara-saudara kita di Aceh yang terdampak bencana ini. Bersama dengan Tim Relawan Independen dan Yayasan Gerakan Memutus Rantai, kami berhasil masuk ke daerah-daerah yang sebelumnya sempat terputus aksesnya, namun saat ini berangsur pulih. Bantuan ini sangat berharga untuk memberikan konektivitas internet bagi warga yang terdampak,” ungkap Glenn.

Menurut Glenn, keberadaan internet di lokasi bencana memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Warga dapat kembali berkomunikasi dengan keluarga, menghubungi pihak relawan, serta menerima informasi terkini dari pemerintah terkait bantuan dan langkah pemulihan. Selain itu, konektivitas juga membantu relawan dalam melaporkan kondisi lapangan secara real time.

Bencana alam yang melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur, termasuk jaringan telekomunikasi. Di beberapa wilayah, kerusakan saluran komunikasi membuat proses evakuasi dan distribusi bantuan sempat terhambat. Kondisi ini mempertegas kebutuhan akan solusi alternatif yang cepat dan fleksibel, seperti layanan internet berbasis satelit.

PINTU melihat inisiatif ini sebagai bentuk gotong royong lintas sektor antara dunia usaha, relawan, dan organisasi sosial. Kontribusi yang diberikan diharapkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga mampu mendukung proses pemulihan yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.

Menutup pernyataannya, Andy Putra kembali menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Upaya gotong royong dan bahu membahu seluruh pihak, sekecil apa pun kontribusinya, diyakini dapat mendorong percepatan pemulihan bencana ini serta meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak. Melalui inisiatif ini, kami ingin bersama-sama memikul beban tersebut dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berkontribusi, demi pemulihan yang lebih cepat.”

Dengan dukungan konektivitas yang kembali terbangun, masyarakat Aceh Tamiang kini memiliki harapan baru untuk bangkit. Bantuan Starlink ini menjadi simbol bahwa pemulihan pasca bencana tidak hanya tentang membangun kembali fisik wilayah, tetapi juga memastikan warga tetap terhubung dengan dunia luar di saat paling membutuhkan.