Dwi mengungkapkan, PLTGU Jawa Satu berjalan dalam sistem interkoneksi, yakni pengaturan pembebanan seluruh pembangkit dilakukan secara terpusat oleh PLN melalui P2B sesuai kebutuhan sistem.
Adapun, PLTGU ini dioperasikan oleh PT Jawa Satu Power (JSP). JSP merupakan perusahaan patungan konsorsium Pertamina New & Renewable Energy (NRE) dan Marubeni Corporation yang masing-masing memiliki porsi 40% saham. Sisanya dimiliki oleh Sojitz sebanyak 20%.
PLTGU Jawa-1 mengintegrasikan floating storage and regasification unit (FSRU) dengan unit pembangkit listrik berkapasitas total 1.760 MW yang terdiri dari 2 unit pembangkit dengan masing-masing kapasitas 880 MW.
Unit 2 telah beroperasi komersial sejak Desember 2023. Proyek ini akan menghubungkan ketersediaan pasokan gas di Papua dengan kebutuhan listrik di Pulau Jawa dan Bali.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengungkapkan pemadaman bergilir yang sempat terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Jawa dipengaruhi kendala operasional yang berdampak pada berkurangnya pasokan listrik di sejumlah wilayah.
EVP Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengungkapkan saat ini sistem kelistrikan Pulau Jawa beroperasi dan terkendali dengan baik, meskipun sempat terdapat kendala operasional tersebut.
“Sistem kelistrikan Jawa beroperasi dan terkendali dengan baik, meskipun terdapat kendala operasional yang berdampak pada berkurangnya pasokan listrik di sejumlah wilayah,,” kata Greg ketika dihubungi Bloomberg Technoz, Jumat (12/6/2026).
Institute for Essential Service Reform (IESR) sebelumnya menduga pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Jawa terjadi gegara rendahnya cadangan bahan bakar di sejumlah PLTU di sistem Jawa—Bali sehingga harus beroperasi di bawah kapasitas normal.
Chief Executive Officer (CEO) IESR Fabby Tumiwa mewaspadai terdapat keterbatasan pasokan batu bara yang membuat hari operasi pembangkit (HOP) di bawah batas aman.
Selain itu, dia juga menduga terdapat gangguan pembangkit di PLTGU Jawa 1 yang turut menyebabkan pasokan listrik berkurang.
“IESR menduga bahwa pemadaman bergilir yang terjadi belakangan dipicu oleh rendahnya cadangan bahan bakar di sejumlah PLTU di sistem Jawa—Bali sehingga harus beroperasi di bawah kapasitas optimal. Keterbatasan pasokan batu bara yang membuat HOP di bawah batas aman,” kata Fabby dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).
Fabby menduga HOP menjadi kritis gegara terdapat keterlambatan pengiriman batu bara ke PLTU, yang terjadi gegara tertundanya persetujuan RKAB 2026.
Sejumlah warga melaporkan terjadi pemadaman listrik di berbagai wilayah di Jawa Barat hingga Jawa Tengah yang terjadi sejak kemarin, Rabu (10/6/2026) dan beberapa kejadian serupa kembali terjadi hari ini, Kamis (11/6/2026).
Berdasarkan penelusuran di media sosial, pemadaman listrik di wilayah Jawa Barat pada Rabu (10/6/2026) terjadi di Bandung, Cimahi, Karawang, Purwakarta, Bogor, Cikarang, Bekasi, Cirebon, hingga Indramayu.
Sejumlah warganet juga ramai mengunggah foto yang disebut-sebut merupakan pengumuman dari PLN UP3 Bekasi bahwa terdapat gangguan teknis pada PLTGU Jawa 1 sehingga terdapat penurunan pasok pembangkit ke sistem kelistrikan.
Tidak hanya di Jawa Barat, sejumlah warganet melaporkan pemadaman listrik tersebut terjadi di Semarang, Tegal, hingga Yogyakarta.
(azr/naw)





























