Logo Bloomberg Technoz

Trump mengungkapkan bahwa sudah ada diskusi yang kemudian dibawa ke level pimpinan tertinggi di Iran terkait negosiasi untuk mengakhiri perang. Kepada para jurnalis di Gedung Putih, Trump mengklaim bahwa penandatanganan kesepakatan bisa dilakukan paling cepat akhir pekan ini di Eropa. Wakil Presiden AS JD Vance disebut bakal menghadiri agenda tersebut.

Berita itu cukup untuk membuat harga minyak ambruk. Kemarin, harga minyak jenis brent ditutup ambrol hampir 3% ke US$ 90,38/barel.

Apabila harga minyak lebih terkendali, maka ancaman inflasi tinggi bisa dihindari. Dengan begitu, bank sentral di berbagai negara punya ruang untuk tidak menaikkan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi tidak menguntungkan saat suku bunga tinggi.

Gold bangles on display a Chow Tai Fook Jewellery Group Ltd. store in Hong Kong. (Sumber: Lam Yik/Bloomberg)

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Jumat (12/6/2026)? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 36. RSI di bawa 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 56. Menghuni area beli (long) yang lumayan kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya masih berpeluang naik. Target resisten terdekat ada di US$ 4.221/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5.

Resisten lanjutan ada di rentang US$ 4.229-4.319/troy ons. Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 4.515/troy ons.

Namun andai harga emas malah turun, maka US$ 4.155/troy ons rasanya akan menjadi pivot point. Penembusan di titik itu berisiko melongsorkan harga ke kisaran US$ 4.121-4.080/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 3.892/troy ons.

(aji)

No more pages