Di luar empat penyakit utama tersebut, BPJS Kesehatan juga menanggung biaya untuk sejumlah penyakit katastropik lainnya. Sirosis hati tercatat menelan biaya Rp87,47 miliar untuk 102.869 kasus, sementara thalassemia menghabiskan Rp290,06 miliar untuk 133.657 kasus.
Adapun hemofilia menjadi penyakit dengan jumlah kasus paling sedikit, yakni 27.520 kasus. Meski demikian, biaya yang harus ditanggung BPJS Kesehatan mencapai Rp300,88 miliar atau lebih tinggi dibandingkan pembiayaan thalassemia.
Jika dibandingkan dengan realisasi sepanjang 2025, penyakit jantung juga menjadi penyumbang biaya terbesar. Sepanjang tahun lalu, BPJS Kesehatan membayarkan klaim penyakit jantung sebesar Rp17,35 triliun untuk 29,73 juta kasus. Disusul gagal ginjal dengan biaya Rp13,38 triliun dan kanker sebesar Rp10,31 triliun.
Secara keseluruhan, total pembiayaan tujuh penyakit katastropik sepanjang 2025 mencapai Rp50,28 triliun untuk 59,94 juta kasus layanan kesehatan. Besarnya biaya penyakit katastropik tersebut menjadi salah satu faktor yang terus memberikan tekanan terhadap keuangan Program JKN, di tengah rasio klaim yang telah mencapai 108,72% pada April 2026.
(dec/del)






























