Logo Bloomberg Technoz

Smelter Nikel Waswas Ekspor FeNi Lewat DSI Bakal Pengaruhi Harga

Azura Yumna Ramadani Purnama
09 June 2026 13:00

Blok feronikel yang diproduksi di fasilitas pengolahan nikel yang dioperasikan oleh Harita Nickel di Pulau Obi./Bloomberg-Dimas Ardian
Blok feronikel yang diproduksi di fasilitas pengolahan nikel yang dioperasikan oleh Harita Nickel di Pulau Obi./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) memberikan sejumlah catatan ihwal kebijakan ekspor feronikel (FeNi) wajib melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), salah satunya mekanisme penentuan harga dan nasib kontrak eksisting.

Ketua Umum FINI Arif Perdanakusumah mengungkapkan industri smelter nikel masih menanti aturan teknis dari Kementerian Perdagangan.

Dia mengungkapkan industri smelter masih bertanya-tanya ihwal nasib kontrak jangka panjang yang dimiliki, jika nantinya ekspor FeNi sudah dilakukan melalui DSI.


Begitu juga dengan penentuan harga, hingga kini FINI masih belum mendapatkan penjelasan ihwal penetapan harga.

“Kemudian apakah ini juga akan mengurangi margin dari perusahaan? Karena hal-hal seperti itu harus menjadi perhatian pemerintah juga,” kata Arif kepada Bloomberg Technoz ditemui di sela Indonesia Critical Mineral Conference, medio pekan lalu.

Daftar paduan besi yang diatur ekspornya melalui BUMN, termasuk feronikel./dok. Kemendag