Pasar Nikel Hadapi Fase ‘Super Squeeze’, Vale Siapkan Mitigasi
Azura Yumna Ramadani Purnama
08 June 2026 11:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) menilai lonjakan harga logam dasar, termasuk nikel, belakangan terjadi gegara suplai komoditas tersebut di pasar global sedang mengetat saat permintaannya tengah menguat.
Anomali harga logam dasar yang dipengaruhi persepsi akan pengetatan suplai global itu, menurut Vale, mengingatkan bahwa harga logam nikel memiliki histori bergerak secara siklikal.
Dengan begitu, perseroan tetap mewaspadai terjadinya koreksi harga nikel pada masa mendatang.
Dalam konteks tersebut, Presiden Direktur Vale Indonesia Bernardus Irmanto menegaskan saat ini cukup sulit untuk memprediksi batas atas penguatan harga nikel. Begitu juga jika terjadi koreksi, penurunannya bakal sulit untuk ditebak.
“Ilmu dasarnya kan supply demand-nya. Mungkin sekarang lagi tight, karena dalam tanda kutip 'demand-nya lagi menguat atau suplainya lagi ketat', atau persepsi atas demand dan supply lagi menyebabkan harga naik,” kata Anto, sapaan Bernadus, ditemui di sela Indonesia Critical Mineral Conference, medio pekan lalu.


























