Cadangan Devisa RI Berkurang US$11,57 Miliar Sepanjang Tahun Ini
Redaksi
08 June 2026 13:27

Bloomberg Technoz, Jakarta - Cadangan devisa Indonesia kembali menyusut pada Mei 2026, memperpanjang tren penurunan yang telah berlangsung selama lima bulan beruntun. Kondisi ini memperlihatkan besarnya sumber daya yang harus dikeluarkan Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter dalam mempertahankan nilai tukar rupiah.
Berdasarkan data terbaru, posisi cadangan devisa pada akhir Mei menjadi US$144,9 miliar, artinya devisa semakin menyusut sebesar US$1,3 miliar dari posisi bulan April US$146,2 miliar.
Dengan begitu, total penurunan cadangan devisa sejak awal tahun hingga edisi Mei telah mencapai US$11,57 miliar. Berkurangnya cadangan devisa sebanyak ini menunjukkan bahwa BI aktif melakukan intervensi di apsar valuta asing maupun pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk meredam volatilitas rupiah dan menjaga kepercayaan investor.
Meski begitu, posisi cadangan devisa saat ini masih tergolong kuat. Dengan nilai US$144,9 miliar, Indonesia masih memiliki bantalan eksternal yang setara dengan sekitar 5,7 bulan impor atau jauh di atas standar kecukupan untuk memenuhi kewajiban pembayaran luar negeri jangka pendek masih relatif terjaga.
Namun, perhatian pasar sebenarnya tak hanya tertuju pada seberapa besar cadangan devisa, tapi justru pada laju penyusutannya. Penurunan yang berlangsung secara konsisten selama lima bulan beruntun menimbulkan pertanyaan, sebarapa lama otoritas moneter bisa mempertahankan strategi intervensi jika tekanan terhadap rupiah terus berlanjut.






























