Logo Bloomberg Technoz

Uang Primer (M0) Tumbuh 14% Lebih dalam 2 Bulan Beruntun

Hidayat Setiaji
08 June 2026 11:19

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengumumkan data uang primer atau M0 adjusted periode Mei. Terjadi pertumbuhan positif lebih dari 14% selama dua bulan beruntun.

Pada Senin (8/6/2026), BI melaporkan jumlah M0 per akhir Mei sebesar Rp 2.214,6 triliun. Melonjak 14,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan tersebut melanjutkan kenaikan April yang sebesar 14,3% yoy.


Perkembangan M0 dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 17,4% (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 15,8% (yoy). Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).

"Uang Primer (M0) adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas. Mulai Januari 2025, Bank Indonesia melakukan penyesuaian perhitungan M0 adjusted untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan uang primer dan pengaruh dari kebijakan likuiditas yang dilakukan oleh Bank Indonesia," terang laporan BI.