Aksi Jual Berlanjut di Pasar Obligasi, Rupiah Sentuh Rp18.038/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
05 June 2026 13:09

Bloomberg Technoz, Jakarta - Investor terlihat berduyun-duyun mengurangi kepemilikan Surat Utang Negara (SUN), di tengah pelemahan rupiah yang masih berlanjut pada sesi perdagangan hari Jumat (5/6/2026), yang telah menembus Rp18.038/US$.
Melansir data realtime Bloomberg pada pukul 11.15 WIB, terjadi kenaikan imbal hasil (yield) pada semua tenor. Kenaikan yield terbesar datang dari SUN tenor 11 tahun yang naik 11,1 basis poin (bps) menjadi 6,89%, disusul SUN tenor 5 tahun naik 8,4 bps menjadi 6,89%, lalu tenor 1 tahun juga ikut naik 5,7 bps menjadi 7,17%.
Sementara, tenor lainnya juga mencatatkan kenaikan yield dengan angka bervariasi. Seperti tenor acuan 10 tahun juga naik 3,4 bps menjadi 6,84%, tenor 4 tahun naik 3,6 bps menjadi 6,92%, dan tenor 3 tahun naik 3 bps menjadi 6,9%.
Kurva yield yang sebelumnya mengalami inversi, kini mulai rata. Yield tenor 13 tahun sudah mencapai 7,03%. Sementara, tenor menengah dan tenor panjang lainnya seperti tenor 7 dan 8 tahun, 15 tahun hingga 20 tahun bergerak di kisaran 6,89% hingga 6,95%.
Kenaikan yield di pasar obligasi hari ini menandakan investor banyak melepas aset SUN lantaran memburuknya sentimen domestik.


























