Logo Bloomberg Technoz

Mengapa Rating dari Moody's Dkk Penting Buat Indonesia?

Tim Riset Bloomberg Technoz
06 February 2026 18:21

Karyawan merapihkan uang rupiah di Jakarta, Jumat (11/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah di Jakarta, Jumat (11/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kondisi pasar keuangan Indonesia belakangan ini mendapat perhatian ekstra dari beberapa  lembaga asing. Mulanya Morgan Stanley Composite Index (MSCI) membekukan pembaruan indeks mereka di Indonesia, bahkan ada persepsi di pasar bahwa ini berisiko menurunkan 'kelas' dari emerging market menjadi frontier market.

Kemudian menyusul Goldman Sach dan UBS juga menurunkan bobot pasar saham menjadi underweight dan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 'kebakaran' pada pekan lalu. 

Kemarin malam, menyusul lembaga pemeringkat (rating agency) Moody’s menurunkan outlook pasar utang  Indonesia dari stabil menjadi negatif. Alasan Moody’s cukup jelas, “menurunnya prediktabilitas dalam perumusan kebijakan, yang berisiko melemahkan efektivitas kebijakan serta mengindikasikan pelemahan tata kelola,” katanya. 


Moody’s tetap mempertahankan peringkat Baa2 untuk utang jangka panjang Indonesia dalam mata uang lokal dan asing, masih tergolong layak investasi (investment grade). Namun outlook membawa dampak terhadap aset keuangan Tanah Air, karena menyangkut kredibilitas dan kepercayaan publik, dan pada akhirnya akan memengaruhi arus modal yang keluar dan masuk ke pasar keuangan domestik.

Sementara, S&P Global Ratings menyatakan outlook Indonesia masih relatif stabil, meski risiko fiskal dapat menjadi pertimbangan lanjutan bagi S&P ke depan. “Pelebaran tekanan fiskal berpotensi meningkatkan tekanan penurunan terhadap peringkat obligasi Indonesia, kecuali diimbangi oleh perbaikan yang berarti pada indikator kredit lainnya,” ujar Rain Yin, Analis S&P Global Ratings, dalam korespondensinya dengan Bloomberg News, Jumat (6/2/2026).