Meski sebagian mata uang Asia melemah karena tekanan harga minyak, namun pelemahan rupiah sore ini juga terjadi lantaran sejumlah sentimen yang memburuk di tengah iklim kebijakan yang dianggap banyak mengejutkan pelaku pasar.
Aksi jual di pasar domestik terjadi karena investor semakin waspada terhadap prospek ekonomi dan posisi fiskal Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto, dengan harga minyak yang tinggi membebani keuangan pemerintah.
Di sisi lain, kekhawatiran tentang peringkat kredit Indonesia kembali muncul, dengan Fitch Ratings Inc dan Moody's Ratings merevisi prospek mereka terhadap Indonesia menjadi negatif, dan beberapa pihak khawatir bahwa S&P mungkin juga akan mengikuti jejak kedua lembaga rating ini.
(dsp/aji)
No more pages































