Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Kembali Tumbang di Titik Terendah Sepanjang Masa

Tim Riset Bloomberg Technoz
03 June 2026 15:43

Karyawan menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah semakin tidak bertaji menghadapi dolar Amerika Serikat (AS). Dalam penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026), rupiah salah satu menjadi mata uang terlemah di kawasan Asia dengan depresiasi 0,62%.

Mata uang Tanah Air ditutup di posisi Rp17.957/US$. Ini merupakan rekor terlemah sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Pelemahan rupiah sejalan dengan mata uang kawasan yang hari ini bergerak di zona merah, yang dipicu oleh kenaikan harga minyak Brent hampir US$100 per barel, dan membawa indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama kembali bertahan tinggi di level 99.


Rupiah menempati posisi terlemah kedua setelah ringgit Malaysia, lalu disusul rupee India. Bahkan yuan offshore dan dolar Singapura yang selama ini cukup stabil ikut melemah dalam sesi perdagangan hari ini. 

Mata uang kawasan (Bloomberg)

Namun, bagi rupiah tekanan eksternal yang datang dari kenaikan harga minyak mentah dunia, ketidakpastian geopolitik, dan tingginya harga dolar AS, juga diperparah dengan kondisi domestik yang masih sarat dengan inkonsistensi kebijakan.