Logo Bloomberg Technoz

Rupiah di Luar Negeri Sudah Rp18.011/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
04 June 2026 08:18

Ilustrasi Rupiah terhadap Dolar AS (Diolah)
Ilustrasi Rupiah terhadap Dolar AS (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan terhadap rupiah makin sulit dibendung. Mata uang Garuda kembali mencatatkan titik terlemah baru terhadap dolar Amerika Serikat (AS), memperpanjang tren pelemahan yang sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. 

Di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF), rupiah menembus level psikologis Rp18.000/US$, dan diperdagangkan di posisi Rp18.010/US$ pada 07:25 WIB. Angka ini lebih lemah 0,05%  dibandingkan sehari sebelumnya.

Rupiah di luar negeri terus melemah dalam satu bulan terakhir, per Kamis (4/6/2026). (Bloomberg)

Pergerakan rupiah di luar negeri mencerminkan masih kuatnya tekanan eksternal terhadap mata uang negara berkembang, di tengah dominasi dolar AS yang masih tinggi dengan indeks dolar tercatat 99,44. 


Sementara, harga minyak mentah Brent sempat terkoreksi 0,56% keposisi US$97,26 per barel, setelah kemarin menguat 1,89% dari US$96,78 per barel ke US$97,81 per barel. 

Koreksi harga minyak mentah ini sebenarnya membawa sebagian mata uang kawasan bergerak di zona hijau dan mencatatkan penguatan meski terbatas.