Logo Bloomberg Technoz

Rupiah di Atas Rp18.000/US$, Investor Ramai Jual SUN

Redaksi
04 June 2026 10:47

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aksi jual melanda pasar Surat Utang Negara (SUN), menyusul pelemahan rupiah yang menembus level psikologis baru Rp18.000/US$, level yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Melansir data Bloomberg pada sesi perdagangan Kamis (4/6/2026) pukul 10:18 WIB, SUN tenor pendek mengalami kenaikan imbal hasil (yield) paling tajam. Yield tenor 1 tahun naik 4,6 basis poin (bps) menjadi 7,13%, tenor 2 tahun melonjak 8,7 bps ke 6,91%, sementara tenor 3 tahun naik 6,9 bps menjadi 6,83%. 

Sedangkan di tenor menengah dan panjang, kenaikannya relatif terbatas, berkisar 0,8 bps hingga 5 bps. Yield tenor acuan 10 tahun pun ikut naik 4,3 bps ke 6,74%. 


Kenaikan yield ini mengindikasikan penurunan harga obligasi. Dengan kata lain, investor banyak melepas kepemilikan SUN dan menggambarkan bahwa pasar mulai meminta premi risiko yang lebih tinggi untuk memegang aset rupiah di tengah gejolak nilai tukar. 

Data perdagangan Bloomberg menunjukkan rupiah telah menembus Rp18.030/US$ pada 10:36 WIB, dan menjadi faktor utama yang menjelaskan mengapa obligasi hari ini banyak dilepas oleh investor.