Jaga Likuiditas, BI Andalkan Repo dan Beli SBN Rp188,68 T
Mis Fransiska Dewi
22 July 2026 19:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan bahwa BI terus memperkuat berbagai kebijakan untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang, perbankan, dan perekonomian.
Salah satu hal yang dilakukan oleh BI adalah dengan terus membuka window lelang instrumen repurchase agreement (repo) bertenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan. BI juga melakukan perluasan underlying transaksi repo dalam operasi moneter konvensional dan/atau Pengelolaan Likuiditas Berdasarkan Prinsip Syariah Bank Indonesia (PASBI) dengan menambah obligasi dan/atau sukuk korporasi PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT. Sarana Multigriya Finansial (SMF).
Selain itu, BI membeli Surat Berharga Negara (SBN). Sepanjang 2026 hingga 21 Juli 2026, pembelian SBN telah mencapai Rp188,68 triliun, termasuk Rp76,62 triliun di pasar sekunder.
“Langkah tersebut menjaga uang primer (M0) pada Juni 2026 tetap tumbuh tinggi (double digit) sebesar 14,1% (yoy),” kata Perry dalam Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (22/7/2026).
Sementara itu, dilihat dari komponennya, pertumbuhan M0 pada Juni 2026 terutama dipengaruhi oleh uang kartal yang tumbuh sebesar 14,0% (yoy) dan giro bank umum di Bank Indonesia yang tumbuh sebesar 12,7% (yoy).




























