Logo Bloomberg Technoz

Kurva Yield SUN Terbalik, Waspadai Perlambatan Ekonomi

Redaksi
03 June 2026 14:50

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar surat utang domestik terus menunjukkan tekanan seiring dengan nilai tukar rupiah yang terus tertekan di angka Rp17.900/US$.

Tingkat imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) baik tenor panjang dan pendek bergerak flat alias mendatar, pada perdagangan pada Selasa (2/6/2026) dan memperlihatkan kurva inversi alias inverted curve. 

Head of Research Shinhan Sekuritas, Helmi Therik, menilai kenaikan suku bunga jangka pendek menyebabkan yield jangka pendek meningkat dan berpotensi menurunkan output nasional dalam jangka menengah.


“Dan dengan bentuk yield  curve yang mulai inverted mengindikasikan pasar mulai memfaktorkan perlambatan ekonomi dan berekspektasi atas suku bunga yang lebih rendah dalam jangka panjang,” kata Helmi kepada Bloomberg Technoz, Rabu (3/6/2026).

Helmi juga menyebut bahwa risiko perlambatan ekonomi ini sebenarnya juga sudah tercermin dalam Credit Default Swap (CDS), nilai kurs yang tak kunjung menguat serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus menunjukkan penurunan.