PLN Habiskan Rp148,75 T Sepanjang 2025, Beli Listrik dari Swasta
Sabrina Mulia Rhamadanty
02 June 2026 16:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT PLN (Persero) mencatat sepanjang tahun 2025, telah menggelontorkan dana sebesar Rp148,75 triliun untuk membeli listrik dari pengembang swasta atau Independent Power Producers (IPP).
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun 2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (PwC) yang dikutip Selasa (2/6/2026), berikut daftar 16 IPP dengan nilai pembayaran terbesar di atas Rp2 triliun dari PLN selama tahun buku 2025:
1. PT Paiton Energy: Rp16,84 triliun
2. PT Bhumi Jati Power: Rp15,04 triliun
3. PT Bhimasena Power Indonesia: Rp11,31 triliun
4. PT Jawa Power: Rp8,85 triliun
5. PT Jawa Satu Power: Rp8,18 triliun
6. PT Cirebon Energi Prasarana: Rp6,89 triliun
7. PT Huadian Bukit Asam Power: Rp6,13 triliun
8. PT Lestari Banten Energi: Rp4,4 triliun
9. PT Cirebon Electric Power: Rp3,7 triliun
10. PT General Energi Bali: Rp3,61 triliun
11. PT Star Energy Geothermal: Rp3,15 triliun
12. PT Bosowa Energi: Rp3,01 triliun
13. PT Poso Energy: Rp2,56 triliun
14. Sarulla Operations Ltd: Rp2,52 triliun
15. PT Meulaboh Power Generation: Rp2,35 triliun
16. PT DSSP Power Sumsel: Rp2,33 triliun
Di luar 16 perusahaan tersebut, pembelian juga dilakukan PLN kepada PT Dayabumi Salak Indonesia Rp1,98 triliun dan dari IPP lain-lain yang kapasitasnya jauh lebih kecil dengan total Rp45,9 triliun.
Pembelian listrik dari swasta (IPP) menjadi beban kedua terbesar yang harus ditanggung oleh PLN sepanjang tahun 2025.






























