Logo Bloomberg Technoz

Pembatasan Beli BBM Bersubsidi Dinilai Hanya Perburuk Antrean

Azura Yumna Ramadani Purnama
17 July 2026 18:20

Pengendara mengantre di SPBU PT Pertamina di Jakarta, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian
Pengendara mengantre di SPBU PT Pertamina di Jakarta, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Badiul Hadi menilai pengetatan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi melalui sistem pembatasan pembelian berdasarkan volume hanya bakal memperburuk antrean pembelian yang terjadi di sejumlah daerah.

Badiul menilai pengetatan pembelian BBM bersubsidi perlu dilakukan melalui pembaruan data penerima, integrasi sistem digital, dengan tetap menjamin pasokan BBM dalam jumlah yang memadai.

“Pengetatan tidak boleh hanya diwujudkan melalui pembatasan volume atau prosedur yang lebih rumit, yang dibutuhkan adalah subsidi yang lebih tepat sasaran, bukan sekadar akses yang semakin sulit,” kata Badiul ketika dihubungi, Jumat (17/7/2026).


Dia menegaskan permasalahan utama yang menyebabkan Pertalite dan Solar tidak tersalurkan tepat sasaran adalah belum akuratnya mekanisme penargetan, sehingga BBM bersubsidi masih mudah diakses masyarakat yang mampu membeli BBM nonsubsidi.

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Perkuat Kebijakan