Logo Bloomberg Technoz

DSI Dicap Cocok Jadi Lembaga Monitoring, Bukan Eksportir Tunggal

Sabrina Mulia Rhamadanty
02 June 2026 11:00

Coal shipment./Bloomberg-Vincent Mundy
Coal shipment./Bloomberg-Vincent Mundy

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom Senior Universitas Paramadina Wijayanto Samirin mengatakan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) lebih ideal menjadi lembaga pemantauan atau monitoring ekspor, alih-alih menjadi badan ekspor tunggal dari sumber daya alam (SDA) strategis Indonesia.

“Idealnya [PT DSI] menjadi lembaga monitoring saja. Kalau sebagai eksportir tunggal 99% akan gagal, berujung pada memburuknya neraca pembayaran dan nilai tukar Rupiah,” ungkap Wijayanto saat dihubungi, Selasa (2/6/2026). 

Alih-alih membuat badan baru untuk mengurusi ekspor, Wijayanto menilai Indonesia bisa memaksimalkan dua BUMN yang sudah lebih dulu ada yaitu PT Surveyor Indonesia dan PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo). 


“Langkah yang paling efektif adalah dengan menugaskan dua BUMN yaitu Surveyor Indonesia dan Sucofindo. Ini bisa berkolaborasi dengan SGS Swiss dalam menjalankan peran [pemantauan] tersebut,” tambahnya. 

Karyawan beraktivitas di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Untuk diketahui, PT Surveyor Indonesia adalah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang testing, inspection, and certification (TIC) atau pengujian, inspeksi, dan sertifikasi.