Inflasi Mei Diperkirakan Naik 2,94% Surplus Dagang MenyempitÂ
Sabrina Mulia Rhamadanty
01 June 2026 18:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memperkirakan inflasi Mei 2026 mencapai 0,14%, sedikit lebih tinggi dibanding April 2026 sebesar 0,13% sehingga bukan deflasi dalam skenario dasar. Adapun, secara tahunan Joshua memprediksi inflasi naik hampir 3% atau sebesar 2,94%.
“Secara tahunan, inflasi diperkirakan naik dari 2,42% pada April menjadi 2,94% pada Mei. Jadi, arah inflasi Mei bukan melemah, tetapi sedikit meningkat karena tekanan biaya mulai lebih terasa ke konsumen,” ungkap Joshua saat dihubungi, Senin (1/6/2026).
Pendorong inflasi Mei menurut Joshua terutama berasal dari sisi pasokan dan biaya, bukan karena permintaan masyarakat yang meningkat tajam.
Tekanan juga muncul dari kenaikan biaya bahan baku, depresiasi Rupiah yang menaikkan harga input impor, harga energi yang masih tinggi, serta permintaan musiman menjelang Idul Adha.
“Komponen harga pangan bergejolak diperkirakan kembali mencatat inflasi karena permintaan bahan makanan meningkat saat Idul Adha. Komponen harga yang diatur pemerintah juga berpotensi naik karena harga BBM non subsidi, energi, serta tarif angkutan udara terdorong oleh biaya avtur yang masih tinggi,” jelasnya.





























