Logo Bloomberg Technoz

“Meski ada krisis di Selat Hormuz, harga serealia hanya naik secara moderat hingga sejauh ini. Namun harga minyak nabati yang mengalami kenaikan lebih tinggi, mengikuti kenaikan harga minyak mentah,” sebut Kepala Ekonom FAO Maximo Torero dalam keterangan tertulis.

Sementara Bloomberg News melaporkan harga beras di Asia pada Mei mengalami kenaikan bulanan tertinggi dalam hampir 20 tahun terakhir. Beras putih Thailand, yang menjadi acuan, meroket 20% bulan lalu, kenaikan bulanan tertinggi sejak 2008.

Harga Beras Asia (Sumber: Bloomberg)

Kenaikan harga beras tidak lepas dari lonjakan harga pupuk akibat penutupan Selat Hormuz. Para petani di Asia harus membayar biaya produksi yang lebih tinggi.

Sejak perang di Timur Tengah meletus pada akhir Februari lalu, harga pupuk nitrogen naik 40-50%, menurut catatan International Rice Research Institute. 

Inflasi Bulanan

Meski inflasi diperkirakan bakal meninggi secara tahunan, tetapi tidak dengan inflasi bulanan. Konsensus Bloomberg menghasilkan median proyeksi inflasi Mei sebesar 0,12% secara bulanan (month-to-month/mtm).

Jika terwujud, maka sedikit melambat dibandingkan April yang sebesar 0.13% mtm.

Berdasarkan informasi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI), harga sejumlah kebutuhan pokok terpantau stabil bulan ini, dibandingkan bulan sebelumnya. 

Harga beras, misalnya, stabil di sebagian besar provinsi di Tanah Air. Penurunan terjadi di Jawa Tengah (-4.25%) dan Papua (-0,26%). Adapun harga beras naik di Nusa Tenggara Timur (0,3%), Sulawesi Selatan (0,35%), dan Nusa Tenggara Barat (0,36%).

Demikian pula harga daging ayam ras, yang stabil di sebagian besar provinsi, Ada penurunan sebesar 4,4% di Jawa Tengah, sementara kenaikan terjadi di Papua (0,86%), NTB (2,44%), NTT (2,59%), dan Sulsel (7.22%).

Untuk inflasi inti (core), konsensus Bloomberg menghasilkan median proyeksi 2,5% yoy untuk Mei. Kembali terakselerasi dibandingkan April yang sebesar 2.44% yoy.

(aji)

No more pages