Rupiah Ditutup Menguat di Bawah Rp18.100/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
14 July 2026 15:34

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Selasa (14/7/2026) dengan penguatan terbatas 0,07% di Rp18.092/US$, di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang sedikit terpangkas.
Indeks dolar AS melemah terbatas 0,05% ke posisi 101,18, sementara harga minyak Brent melonjak 3,43% ke US$86,16 per barel. Kenaikan harga minyak dunia dipicu oleh memanasnya tensi antara AS dan Iran. Bahkan, Presiden AS Donald Trump berencana menarik pungutan 20% atas akses kapal di Selat Hormuz.
Ketidakpastian di Selat Hormuz meningkatkan kembali kekhawatiran akan gangguan pasokan energi dan membuat penguatan mata uang Asia tertahan akibat ekspektasi inflasi.
Rupee India melemah paling dalam sebesar 0,54%, di tengah kekhawatiran akan inflasi domestik. Inflasi India pada Juni tercatat melampaui target bank sentral India menjadi 4,4% secara tahunan, naik dari 3,9% pada Mei. Inflasi kelompok makanan dan minuman naik jadi 5,1% dari sebelumnya 4,5%.
Begitu juga dengan baht Thailand melemah disusul peso Filipina, ringgit Malaysia dan dolar Taiwan tersengat lonjakan harga minyak mentah dunia.
































