Logo Bloomberg Technoz

Sebaliknya, aksi beli masih terjadi pada obligasi RI berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS), Melansir data Bloomberg pada 10:51 WIB, yield INDON tenor 10 dan 30 tahun tercatat turun 4,8 bps ke 5,32% dan 5,68%, disusul tenor 7 tahun turun 2,7 bps ke posisi 5,02%.

Sedangkan, tenor pendek 2 tahun turun 0,3 bps ke 4,18%, dan tenor menengah 5 tahun turun 1 bps ke 4,77%. Sebaliknya hanya tenor 3 tahun tercatat naik 0,3 bps ke 4,41%. 

Pasar obligasi INDON mulai kembali diburu lantaran kuatnya spekulasi investor terhadap tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran, dan menyebabkan yield US Treasury tenor 10 tahun turun 4,7 bps ke 4,96%. 

Hari ini, rupiah melanjutkan pelemahannya menjadi 0,51% ke posisi Rp17.880/US$ pada 11:05 WIB, yang merupakan rekor terlemah sepanjang masa. Mata uang Nusantara diperkirakan melanjutkan depresiasi, dan bisa saja menguji level Rp17.900/US$.

(dsp/aji)

No more pages