Logo Bloomberg Technoz

MIND ID, LEN, KRAS, Perminas Teken MoU Hilirisasi Mineral Kritis

Azura Yumna Ramadani Purnama
14 July 2026 16:40

Batu yang mengandung kristal di lokasi mineral tanah jarang Tanbreez./Bloomberg-Carsten Snejbjerg
Batu yang mengandung kristal di lokasi mineral tanah jarang Tanbreez./Bloomberg-Carsten Snejbjerg

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, PT LEN Industri (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.  (KRAS), dan PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas meneken nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) pengembangan hilirisasi mineral kritis atau mineral maju.

Nota kesepahaman tersebut diteken di dalam acara Danantara Advanced Materials Industri Dialogue.

CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan Indonesia memiliki sumber daya mineral yang sangat besar, mulai dari nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga logam tanah jarang (LTJ).


Dia menyatakan material tersebut dapat dikembangkan kembali untuk kebutuhan baterai kendaraan listrik, industri semikonduktor, pertahanan, hingga energi bersih.

“Namun, selama puluhan tahun kita terlalu sering berhenti di titik ekstraksi: mengekspor bahan mentah, lalu membeli kembali produk jadinya dengan harga yang berkali-kali lipat,” kata Rosan dalam siaran pers, Selasa (14/7/2026).

Potensi Jumbo Mineral Kritis Indonesia (per 2024). Sumber: Kementerian ESDM. Tim Grafis: Bloomberg Businessweek Indonesia