Logo Bloomberg Technoz

Lonjakan Risiko Geopolitik Picu Kenaikan Yield SUN

Redaksi
13 July 2026 15:07

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar Surat Utang Negara (SUN) pada awal pekan ini masih mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah ketidakpastian global. Hampir seluruh tenor obligasi mengalami kenaikan yield, meskipun besarnya kenaikan mulai sedikit melandai dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Melansir data Bloomberg, pada Senin (13/7/2026) 14.45 WIB, kenaikan yield terjadi hampir di sepanjang kurva. Yield tenor 2 tahun naik 3 basis poin (bps) menjadi 7,24%, tenor 4 tahun melonjak 8,2 bps ke 7,29%, tenor 5 tahun naik 6 bps jadi 7,23%, sedangkan tenor 7 tahun dan 10 tahun naik masing-masing 4,3 bps dan 3,2 bps menjadi 7,29% dan 7,26%.

Yield SUN 1 tahun kembali melonjak 14,7 bps menjadi 7,38% lebih tinggi dari tenor lainnya. (Bloomberg)

Di tenor panjang, kenaikan juga masih terlihat, meski cenderung terbatas. Yield SUN tenor 20 tahun naik 3,1 bps menjadi 7,3% dan tenor 30 tahun bertambah 0,5 bps menjadi 7,35%. Sementara itu, tenor 11 tahun, 12 tahun, 16 tahun, 18 tahun, dan 40 tahun justru mencatat penurunan yield secara tipis. 


Meski begitu, struktur kurva imbal hasil belum sepenuhnya kembali normal dan menunjukkan adanya invarsi parsial pada beberapa segmen tenor. Seperti yield 1 tahun berada di level 7,23% lebih rendah daripada tenor 2 tahun yang mencapai 7,24%, namun lebih tinggi tipis daripada tenor 3 tahun yang berada di level 7,23%. 

Yield tenor 1 tahun sejatinya masih berada dalam tekanan, pada sesi perdagangan pagi pukul 10.15 WIB sempat melonjak 14,7 bps menjadi 7,41%. Namun, kemudian kembali melandai pada sesi perdagangan siang 11.00 WIB. 

Pergerakan yield SUN tenor 1 tahun pada Senin (13/7/2026). (Bloomberg)