Investor Masih Menyerap SUN, Tapi dengan Biaya Lebih Mahal
Redaksi
27 May 2026 08:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) kemarin (26/5/2026) menunjukkan pemerintah sepertinya berhasil menarik minat investor lebih besar daripada lelang sebelumnya (12/5/2026). Hal ini ditandai dengan naiknya incoming bids dan total nominal yang dimenangkan.
Akan tetapi, di balik kenaikan permintaan tersebut, investor meminta kompensasi yield lebih tinggi, terutama di tenor pendek dan menengah. Sejalan dengan tekanan yang terjadi pada rupiah dan kenaikan harga minyak, serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap fiskal.
Melansir data lelang, total penawaran masuk naik 11,5% menjadi Rp57,3 triliun, dari penawaran sebelumnya Rp51,39 triliun. Dengan begitu, pemerintah juga meningkatkan jumlah nominal yang dimenangkan menjadi Rp38,85 triliun, dari nominal sebelumnya Rp30,30 triliun.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa investor masih memiliki appetite terhadap SUN Indonesia, meski harus diganjar dengan biaya lebih mahal. Sebab, selain yield di pasar domestik kini relatif lebih tinggi dibanding negara regional, persepsi investor terhadap risiko makro Indonesia juga mulai membesar.
Seri SPN tenor pendek pada lelang 12 Mei hanya diganjar 6,15%, sedangkan pada lelang 26 Mei terjadi kenaikan yield sebesar 35 bps menjadi 6,5%. Begitu juga dengan seri FR0105 naik 5 bps menjadi 6,97% dari posisi yield sebelumnya 6,92%.
































