Logo Bloomberg Technoz

Sektor Keuangan Hadapi Risiko Penyalahgunaan AI & Serangan Siber

Muhammad Fikri
14 July 2026 10:09

Jaringan Pencucian Uang Berbahasa Mandarin Mendorong kejahatan Kripto (Bloomberg)
Jaringan Pencucian Uang Berbahasa Mandarin Mendorong kejahatan Kripto (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang semakin luas di sektor jasa keuangan harus diimbangi dengan penguatan tata kelola atau governance, manajemen risiko, dan akuntabilitas.

Pasalnya, di saat AI membuka peluang efisiensi, teknologi tersebut juga memunculkan risiko baru, termasuk penyalahgunaan AI dan ancaman siber.

Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Sophia Wattimena mengatakan hasil survei yang dilakukan lembaga pengawas bidang keuangan ini terhadap praktisi fungsi governance, risk, and compliance (GRC), menunjukkan, risiko siber dan penyalahgunaan AI kini menjadi perhatian utama pelaku industri.


"Hasilnya menunjukkan bahwa risiko siber dan penyalahgunaan AI menjadi perhatian utama, di samping risiko lain seperti perubahan regulasi, ketidakpastian geopolitik, dan perubahan iklim," kata Sophia dalam pembukaan RGS Summit 2026 di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Menurut Sophia, hasil tersebut sejalan dengan berbagai survei lembaga global yang juga menempatkan ancaman siber dan tata kelola AI sebagai salah satu risiko utama yang dihadapi organisasi di berbagai negara.