Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah juga sepertinya terlihat memanfaatkan tingginya incoming bids untuk memperbesar penyerapan, lantaran ada kebutuhan pembiayaan yang makin agresif di tengah tekanan fiskal dan pelebaran defisit transaksi berjalan.

Hasil lelang SUN 26 Mei 2026. (DJPPR)

Di sisi lain, bid-to-cover ratio untuk seri FR0109 tercatat turun drastis. Pada lelang 12 Mei, seri ini mengantongi bid-to-cover ratio 4,47 kali, namun pada lelang kemarin menjadi hanya 1,4 kali. Meski begitu, pemerintah tetap memenangkan nomminal sangat besar pada seri acuan tenor 5 tahun ini menjadi Rp14,45 triliun, dibanding lelang sebelumnya Rp3,35 triliun. 

Selain seri FR0109, pemerintah juga menyerap cukup agresif pada seri FR0106, yang naik menjadi Rp5 triliun dari Rp4,45 triliun. Sebaliknya, pemerintah mengurangi penyerapan pada tenor ultra-panjang seperti FR0105 (tenor 38 tahun), menjadi Rp2 triliun, dari lelang sebelumnya Rp3,1 triliun.

Agaknya pemerintah memilih tenor acuan 5 tahun yang umumnya lebih likuid dan lebih mudah diserap pasar. Langkah ini menunjukkan pemerintah sepertinya mulai lebih hati-hati terhadap biaya utang jangka panjang. Sebab, yield yang diminta pasar pada tenor ini cenderung mahal nyaris 7%, dan berisiko mengunci biaya utang mahal selama puluhan tahun ke depan. 

(dsp/frg)

No more pages