Logo Bloomberg Technoz

Indeks S&P 500 Catatkan Bullish Sepekan Terpanjang Sejak 2023

News
23 May 2026 08:31

Pasar saham Amerika Serikat atau Wall Street. Bloomberg
Pasar saham Amerika Serikat atau Wall Street. Bloomberg

Rita Nazareth-Bloomberg News

Bloomberg, Harapan akan tercapainya kesepakatan antara pemerintah Amerika Serikat dan Iran yang akan mengubah gencatan senjata yang rapuh menjadi perdamaian abadi memicu optimisme di Wall Street. Situasi ini mendorong saham mencatatkan serangkaian  bullish terpanjang sejak 2023. Usai melonjak sekitar 18% dari level terendah akibat perang, S&P 500 mencatat kenaikan selama delapan minggu berturut-turut.

Sementara itu, yield obligasi dua tahun mencapai level tertinggi sejak Februari 2025 karena Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mendukung pernyataan bahwa langkah suku bunga berikutnya kemungkinan besar akan berupa kenaikan, bukan penurunan.


Pasar uang telah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga tahun ini. Dalam sesi yang bergejolak, harga minyak AS ditutup di bawah US$97.

Hampir tiga bulan sejak konflik dimulai, Iran tengah mempertimbangkan proposal terbaru yang diajukan oleh AS. Panglima Angkatan Darat Pakistan, yang menjadi perantara utama antara Washington dan Teheran, bertandang di ibu kota Iran. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan ada “kemajuan kecil” dalam negosiasi.