Logo Bloomberg Technoz

Saham–saham barang baku, saham energi, dan saham konsumen non primer menjadi pendorong penguatan IHSG di zona hijau dengan masing—masing menguat mencapai 6,85%, 4,83%, dan 2,58%.

Hijau dan menguatnya IHSG merupakan efek langsung dari melesatnya sejumlah saham big caps potensial.

Berikut di antaranya berdasarkan data Bloomberg, Jumat (22/5/2026).

  1. Merdeka Copper Gold (MDKA) menopang 14,24 poin
  2. Merdeka Gold Resources (EMAS) menopang 12,43 poin
  3. Bumi Resources Minerals (BRMS) menopang 9,8 poin
  4. Bumi Resources (BUMI) menopang 7,25 poin
  5. Energi Mega Persada (ENRG) menopang 7,05 poin
  6. Vktr Teknologi Mobilitas (VKTR) menopang 4,95 poin
  7. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menopang 4,72 poin
  8. Vale Indonesia (INCO) menopang 4,26 poin
  9. Barito Pacific (BRPT) menopang 4,24 poin
  10. Ekamas Mora Republik (MORA) menopang 3,6 poin

Adapun saham–saham barang baku lain juga jadi pendorong penguatan IHSG, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) melesat 14,5%, saham PT Timah Tbk (TINS) melejit 14,3%, dan saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) juga menguat dengan terapresiasi 10%.

Disusul oleh penguatan saham energi, saham PT Cakra Buana Resources Tbk (CBRE) yang meninggi 24,4%, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menguat 22,1%, saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) yang mencetak penguatan 13,6%, dan saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) melejit 13,4%.

Menyitir riset Phintraco Sekuritas, penguatan IHSG utamanya terdorong oleh isu yang liar di pasar, ditopang sector energi dan basic materials– seiring beredarnya rumor Pemerintah disebut-sebut bakal menunda implementasi penuh kebijakan ekspor batu bara dan komoditas strategis lainnya yang dikendalikan negara hingga 1 Januari 2027. 

“Penundaan ini dinilai memberikan periode transisi yang lebih panjang bagi eksportir dan pembeli internasional untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan kebijakan tersebut,” papar Phintraco dalam riset hariannya.

Namun, isu dan rumor tersebut langsung dibantah oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto– yang membantah kabar skema ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) ditunda hingga 2027.

“Tetap mulai 1 Juni 2026, secara bertahap,” tegasnya, Jumat (22/5/2026), melansir riset BRI Danareksa Sekuritas.

Asa Damai AS-Iran

Optimisme seputar hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi pendorong semangat IHSG seiringan dengan kelanjutan positif negosiasi damai Timur Tengah.

Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan ada “Beberapa tanda positif” kesepakatan dengan Iran dapat tercapai, seraya menambahkan ia memproyeksikan mediator Pakistan akan melakukan perjalanan ke Teheran, menurut Financial Times. Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan “Kami tidak akan pernah mundur” dalam perundingan.

Phillip Sekuritas Indonesia menyebut, investor menimbang upaya diplomatik antara AS dan Iran untuk mencapai kesepakatan damai di Timur Tengah.

“Beredar kabar bahwa kesepakatan antara AS dan Iran telah tercapai melalui mediasi Pakistan,” terang Phillip dalam riset terbarunya, Jumat.

Iran mengatakan proposal terbaru dari AS telah menjembatani sebagian kesenjangan antara pihak–pihak yang bertikai sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan ada sejumlah sinyal yang menunjukkan kesepakatan untuk menyudahi perang di Iran mungkin akan segera tercapai.

Harapan atas kesepakatan membuka jalan pemulihan arus energi melalui Selat Hormuz yang penting.

Terlebih lagi berdasarkan laporan terbaru, Jepang—salah satu importir energi terbesar di Asia dari Timur Tengah—mengumumkan kedatangan kiriman minyak pertama dari Teluk Persia yang melintasi Selat Hormuz yang disengketakan sejak perang Iran dimulai.

Idemitsu Maru, Kapal Tanker Minyak Mentah berukuran sangat besar yang mengarungi jalur air tersebut pada akhir April, dapat berlabuh paling cepat pada Senin (25/5/2026), menurut Kementerian Perdagangan negara setempat. 

Kapal Tanker Jepang tersebut mengangkut 2 juta barel minyak mentah Saudi, kapal dijadwalkan tiba di kilang Aichi milik Idemitsu Kosan Co, kata Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri dalam dokumen pengarahan pada Jumat, mengutip Bloomberg News.

Kapal Tanker Besar kedua yang terkait dengan Jepang, Eneos Endeavor, juga melintasi jalur krusial tersebut pada Mei. Namun sebagai catatan, Eneos Endeavor tidak disebutkan dalam pengarahan tersebut.

Minyak Melemah

Sejumlah data di atas turut menyulut harapan terhadap peningkatan lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang mulai mengurangi premi risiko pada harga minyak mentah.

Harga Minyak Brent Melandai (Bloomberg)

Berdasarkan data Bloomberg per pukul 19:40 WIB, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tengah diperdagangkan di level US$96,46 per barel setelah turun lebih dari 7% pada sesi sebelumnya, sementara jenis Brent juga melandai di rentang US$103,58.

Pasar secara konsisten mulai memperhitungkan potensi terjadinya de–eskalasi mendadak, termasuk skenario kesepakatan di mana Iran bersedia membuka kembali jalur pelayaran utama tersebut dan mencairkan jutaan barel minyak yang saat ini tertahan di Teluk Persia.

(fad/ros)

No more pages