Logo Bloomberg Technoz

"Kami selalu ingin menyampaikan kepada publik bahwa hulu migas merupakan industri yang memiliki jangka waktu panjang, padat modal, dan risiko yang tinggi. Kondisi tersebut membutuhkan konsistensi kebijakan agar para calon investor dan perusahaan yang sudah ada di Indonesia akan memiliki keyakinan untuk menempatkan investasi mereka di Indonesia," jelas Marjolijn.

IPA berharap komitmen pemerintah ke depan terkait investasi hulu migas dapat segera diwujudkan melalui kebijakan yang konsisten dan implementasi yang cepat, baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah, sehingga dapat mempercepat pengembangan industri hulu migas nasional sekaligus mendukung target ketahanan energi Indonesia.

Di sisi lain, Chairperson IPA Teresita Listyani mengapresiasi para pelaku usaha yang mempercayakan IPA Convex 2026 sebagai tempat untuk menjalin berbagai kesepakatan penting.

"Seperti penandatanganan kontrak Wilayah Kerja (WK), pengumuman penawaran WK, pengumuman hasil tender WK, hingga sejumlah perjanjian komersial seperti PJBG/ HOA/JSA lainnya. Hal itu menunjukkan industri hulu migas tidak sunset, tetapi masih bergerak untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia," kata Teresita.

Dalam catatan Kementerian ESDM, realisasi total investasi sektor minyak dan gas (migas) di Indonesia sepanjang 2025 mencapai US$17,99 miliar atau sekitar Rp295,9 triliun. 

Secara rinci, pencapaian tersebut terdiri dari investasi hulu migas sebesar US$15,4 miliar (Rp253,7 triliun) dan investasi hilir migas sebesar US$2,59 miliar. 

Sementara pada tahun ini, pemerintah menetapkan target investasi hulu migas sebesar US$16 miliar (sekitar Rp253 triliun) sepanjang tahun 2026, yang berfokus pada pengeboran 100 sumur eksplorasi baru. 

Sementara itu, untuk sektor hilir, fokus pendanaan akan diarahkan pada penyelesaian proyek infrastruktur strategis seperti pipa transmisi gas bumi dan pengembangan kilang pengolahan.

(smr/ros)

No more pages