Logo Bloomberg Technoz

Iran Sebut Proposal AS Mulai Jembatani Celah Perbedaan

News
21 May 2026 18:30

Presiden Iran, Sebut Tidak Akan Tunduk Pada Ancaman Amerika Serikat (Foto: Diolah dari Berbagai Sumber)
Presiden Iran, Sebut Tidak Akan Tunduk Pada Ancaman Amerika Serikat (Foto: Diolah dari Berbagai Sumber)

Omar Tamo, Arsalan Shahla dan Patrick Sykes - Bloomberg News

Bloomberg, Pemerintah Iran menyatakan bahwa proposal perdamaian terbaru yang disodorkan oleh Amerika Serikat (AS) telah berhasil menjembatani sebagian celah perbedaan di antara kedua belah pihak. Langkah ini menjadi angin segar di tengah upaya keras kedua negara untuk mengubah gencatan senjata yang rapuh menjadi kesepakatan damai yang permanen.

Teheran saat ini sedang dalam proses merumuskan jawaban resmi terhadap draf yang diajukan oleh AS tersebut. Kantor berita semi-resmi Iranian Students' News Agency (ISNA) pada hari Kamis (21/5) melaporkan bahwa proposal tersebut "telah mempersempit perbedaan sampai batas tertentu," meskipun pihak agensi tidak merinci dari mana informasi itu diperoleh. ISNA juga menambahkan, "Penyelarasan lebih lanjut membutuhkan dihentikannya ambisi perang dari pihak Washington."


Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Iran menjelaskan bahwa pertukaran pesan ini mengacu pada draf 14 poin yang diajukan Iran beberapa pekan lalu. Rencana itu pada dasarnya mengusulkan kesepakatan jangka pendek yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran serta pencabutan blokade pelabuhan Iran oleh AS, sebelum kedua pihak melanjutkan negosiasi lebih mendalam terkait program nuklir Teheran.

Iran belum memberikan indikasi kapan akan secara resmi memberikan jawaban kepada AS. Kementerian Luar Negeri Iran kembali menegaskan bahwa pihaknya menginginkan komitmen agar pertempuran dihentikan “di semua front, termasuk Lebanon.” Iran juga meminta pencairan aset-aset yang dibekukan akibat sanksi.