"Hingga saat ini, kami tidak menemukan indikasi adanya pengambilan atau pemindahan data nasabah secara tidak sah," tegas Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo di Jakarta, Jumat (22 Mei 2026).
BNI memastikan Tim IT Security terus melakukan pemantauan ketat dan penguatan sistem secara berkala untuk menangkal potensi gangguan keamanan siber. Seluruh layanan perbankan dipastikan tetap beroperasi normal, nasabah masih dapat bertransaksi melalui mobile banking, ATM, maupun kantor cabang.
BNI menegaskan komitmennya dalam memenuhi kewajiban pelindungan data pribadi nasabah sesuai perundang-undangan yang berlaku, sekaligus terus memperkuat infrastruktur digital secara berkelanjutan.
Atas perkembangan tersebut, BNI mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada kanal resmi BNI di www.bni.co.id dan @BNI46, atau menghubungi BNI Call 1500046.
Sebagai langkah keamanan tambahan, pengguna layanan perbankan digital juga dianjurkan untuk mengganti PIN dan password secara berkala sebagai langkah pencegahan tambahan guna menjaga keamanan akun dan transaksi perbankan.
Di tengah meningkatnya modus penipuan digital dan serangan siber terhadap sektor keuangan, pengguna layanan perbankan digital juga dianjurkan untuk mengganti PIN dan password secara berkala sebagai langkah pencegahan tambahan guna menjaga keamanan akun dan transaksi perbankan.
Perlu dicatat, isu kebocoran data disektor keuangan dan lembaga negara tengah marak dalam periode yang sama. Pada rentang 18–21 Mei 2026, akun-akun pemantau siber seperti @DailyDarkWeb juga menyebarkan klaim serupa yang dikaitkan dengan BCA, BSSN, DISDUKCAPIL, KPK, hingga TNI, mengindikasikan adanya pola serangan atau klaim terkoordinasi yang menyasar berbagai institusi strategis Indonesia secara bersamaan.
(red)































