BNI Dorong Literasi dan Keterbukaan Informasi di IPB

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat komitmennya dalam membangun kepercayaan publik melalui dukungan terhadap kegiatan edukatif bertajuk Edutalks Beyond The Classroom: Mengasah Potensi di Luar Akademik di Era Keterbukaan Informasi Publik yang digelar Institut Pertanian Bogor (IPB).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Bogor, pada Rabu, 6 Mei 2026 itu menjadi wadah diskusi mengenai keterbukaan informasi, literasi publik, dan pentingnya pengembangan potensi generasi muda di luar ruang kelas.
Acara tersebut dihadiri Komisioner Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Publik Komisi Informasi Pusat Samrotunnajah Ismail, Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet, Customer Experience Center Division Head BNI Rahmat Pertinda, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai institusi.
Kegiatan ini juga memperoleh apresiasi dari Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa melalui tayangan video yang diputar saat pembukaan acara.
Dukungan BNI terhadap kegiatan ini mencerminkan komitmen perseroan dalam mendorong keterbukaan informasi, memperkuat literasi keuangan, dan membangun komunikasi yang sehat dengan seluruh pemangku kepentingan.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, keterbukaan informasi dan edukasi publik memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.
“Kami percaya keterbukaan informasi serta edukasi keuangan sebagai upaya pelindungan konsumen kepada publik menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan menciptakan ekosistem yang sehat serta berkelanjutan. Semangat melayani sepenuh hati dengan mengedepankan customer experience dan voice of customer juga terus kami hadirkan melalui komunikasi yang terbuka, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah serta publik,” kata Okki.
Menurut Okki, BNI menempatkan integritas, transparansi, dan kepercayaan nasabah sebagai fondasi utama dalam menjalankan bisnis secara berkelanjutan.
Prinsip tersebut menjadi bagian penting dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).
Sinergi Edukasi dan Tata Kelola
Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Beyond the Classroom: Belajar Tanpa Batas, Mengasah Potensi di Luar Akademik di Era Keterbukaan Informasi Publik”.
Melalui tema tersebut, mahasiswa diajak untuk mengembangkan kapasitas diri, meningkatkan daya saing, dan memahami pentingnya komunikasi publik di era digital.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara BNI, Komisi Informasi Pusat, dan IPB University dalam mendukung implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Undang-undang tersebut menjadi landasan penting bagi lembaga publik maupun swasta untuk mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.
Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, peserta mendapatkan perspektif dari berbagai narasumber yang berasal dari dunia perbankan, pendidikan, dan industri.
Selain Rahmat Pertinda dari BNI, hadir pula Direktur Kerja Sama, Komunikasi, dan Pemasaran sekaligus PPID IPB Alfian Helmi.
Turut hadir Deputy Director of Sustainability & Stakeholder Engagement APRIL Group Dian Novarina yang juga merupakan alumni IPB.
Para narasumber membagikan pengalaman tentang pentingnya keterbukaan informasi, pelayanan yang berorientasi pada publik, dan kemampuan adaptasi dalam menghadapi perkembangan teknologi.
BNI memandang generasi muda sebagai aset penting dalam pembangunan nasional dan transformasi ekonomi. Karena itu, perusahaan aktif mendukung berbagai program edukasi yang dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai tata kelola, literasi keuangan, dan komunikasi.
Komitmen tersebut sejalan dengan strategi BNI untuk memperkuat perlindungan konsumen dan meningkatkan kualitas layanan. Melalui pendekatan yang terbuka dan responsif, BNI berupaya memastikan kebutuhan nasabah dan masyarakat dapat dipahami dengan lebih baik.
Perusahaan juga terus mendorong penerapan customer experience dan voice of customer dalam setiap proses pelayanan. Pendekatan ini memungkinkan BNI mengembangkan layanan yang semakin relevan dan berorientasi pada kepuasan nasabah.
Di tengah meningkatnya kebutuhan akan transparansi, BNI menilai keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban, tetapi juga faktor penting dalam menjaga reputasi perusahaan. Kepercayaan publik yang kuat akan mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Melalui dukungan terhadap kegiatan di IPB, BNI ingin mendorong mahasiswa agar memahami pentingnya integritas dan akuntabilitas. Mahasiswa juga diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan dunia digital yang semakin cepat.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan dunia akademik dengan praktik terbaik di industri. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai tantangan dan peluang di masa depan.
BNI menegaskan akan terus mendukung inisiatif edukatif yang memperkuat literasi publik dan mendorong keterbukaan informasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun ekosistem yang inklusif, transparan, dan berdaya saing tinggi.






























