Logo Bloomberg Technoz

Mencermati analisis saham pada perdagangan hari ini, Jumat (22/5/2026), mengutip BRI Danareksa Sekuritas, pelemahan IHSG justru terjadi di tengah penguatan bursa utama regional serta penurunan harga minyak dunia, menyusul perkembangan positif terkait pembahasan proposal damai antara AS dan Iran. 

Pasar juga merespons pernyataan S&P Global Ratings yang menilai rencana pengendalian ekspor melalui badan ekspor berpotensi menekan kinerja, penerimaan pemerintah, serta meningkatkan risiko terhadap neraca pembayaran Indonesia. 

“Hal tersebut memicu kekhawatiran terhadap prospek stabilitas makroekonomi dan outlook rating Indonesia,” papar BRI Danareksa.

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bearish dengan support terdekat di area 6.000 dan support lanjutan 5.900, sementara resistance berada di kisaran 6.400. 

Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah CPIN, dan AMRT.

Menyitir Phintraco Sekuritas, di tengah minimnya katalis positif, IHSG kembali mengalami tekanan jual akibat sentimen negatif yang datang bertubi–tubi. 

Secara teknikal, IHSG telah menutup gap di 6.092.  

“Jika tekanan jual berlanjut, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis di 6.000. Support kuat berikutnya di level 5.882,” papar Phintraco.

Di saat situasi eksternal yang kurang kondusif, Pemerintah justru mengeluarkan beberapa kebijakan yang direspon negatif oleh investor karena dinilai berdampak negatif terhadap iklim investasi dalam jangka pendek. 

Sementara itu, rebalancing FTSE dan MSCI juga berpotensi masih akan menjadi faktor negatif yang membayangi pergerakan indeks di BEI.

Diperberat lagi oleh S&P Global Ratings yang menyatakan rencana Indonesia untuk mengendalikan ekspor komoditas secara terpusat berpotensi merugikan ekspor yang dapat menekan pendapatan negara dan berdampak terhadap neraca pembayaran. 

“Sehingga kami masih mencermati saham tambang BUMN dan mewaspadai risiko tekanan lanjutan pada saham tambang non-BUMN.”

Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah HMSP, INDF, TINS, WIIM, dan CPIN.

Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, kembali berlanjutnya aksi jual investor di saham–saham yang keluar dari MSCI, melemahnya harga mayoritas komoditas dan kembali tertekannya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi akan menjadi sentimen negatif untuk IHSG. 

“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 6.000–5.900 dan resistance 6.190–6.285,” terang CGS International Sekuritas.

Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham HMSP, WIIM, CPIN, BRIS, SSIA, dan AMRT.

Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG lanjut melemah, disebabkan oleh tensi geopolitik yang masih tinggi seiring belum adanya kesepakatan damai, melemahnya harga komoditas utama, serta masih derasnya outflow dana asing.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.

Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah JSMR, TINS, dan INDF.

(fad)

No more pages