Bursa Asia Berpotensi Menguat Ditopang Sentimen Dialog AS-Iran
News
22 May 2026 07:00

Richard Henderson - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Jumat (22/5). Sentimen positif ini mengekor performa solid Wall Street yang dipicu oleh optimisme investor terhadap kelanjutan negosiasi damai antara AS dan Iran, yang sekaligus berhasil menekan laju harga minyak mentah dunia.
Kontrak berjangka (futures) indeks saham untuk Australia, Jepang, dan Hong Kong kompak bergerak ke zona hijau pada pagi ini. Pergerakan tersebut mengekor kenaikan tipis indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 yang masing-masing menguat 0,2 persen pada perdagangan Kamis. Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average bahkan sukses mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa. Pada awal perdagangan pagi ini, kontrak berjangka untuk tiga indeks acuan Wall Street tersebut terpantau merangkak naik lagi sebesar 0,2 persen.
Harga minyak turun pada Kamis sebagai sinyal bahwa pelaku pasar optimistis pembicaraan AS-Iran pada akhirnya akan menghasilkan kesepakatan dan membuka jalan bagi pulihnya kembali arus energi melalui Selat Hormuz. Minyak mentah AS memangkas sebagian kerugian tersebut pada awal perdagangan Jumat dengan kenaikan 1,3 persen menjadi sekitar US$97,60 per barel.
Kekhawatiran terhadap penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan telah mengguncang pasar dan mendorong imbal hasil obligasi naik dalam beberapa waktu terakhir, di tengah kekhawatiran bahwa tingginya harga minyak akan memicu inflasi dan memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Meski demikian, pelaku pasar sebagian besar mengabaikan risiko tersebut sejak perang pecah pada akhir Februari, sehingga saham-saham justru terdorong ke rekor tertinggi baru berkat kembali menguatnya antusiasme terhadap sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).





























