Logo Bloomberg Technoz

“Geopolitik kemungkinan akan tetap menjadi penggerak utama pasar,” tulis Kepala Analis Pasar AT Global Markets, Nick Twidale.

Iran menyatakan proposal terbaru dari AS telah mempersempit sebagian perbedaan antara kedua pihak yang bertikai. Namun, pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran terkait keinginan Teheran mempertahankan cadangan uraniumnya, serta perselisihan mengenai tarif di Selat Hormuz, membayangi prospek tercapainya terobosan.

Iran saat ini berdiskusi dengan Oman mengenai pembentukan sistem tarif permanen yang akan memformalkan kendali Teheran atas lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington menginginkan selat tersebut tetap terbuka dan bebas dari pungutan tarif.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan terdapat “sejumlah tanda positif” bahwa kesepakatan dengan Iran dapat tercapai. Ia menambahkan mediator dari Pakistan diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Teheran, seperti dilaporkan Financial Times. Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa “kami tidak akan pernah mundur” dalam perundingan.

Saham-saham produsen chip juga tetap menjadi sorotan di kawasan Asia setelah rincian terbaru mengenai kesepakatan Samsung Electronics Co dengan serikat pekerjanya mulai terungkap. Perusahaan asal Korea Selatan itu akan membagikan sekitar 40 triliun won atau setara US$26,6 miliar kepada para karyawan divisi chip sebagai bonus tahun ini.

(bbn)

No more pages