Logo Bloomberg Technoz

Virus HPS umumnya dibawa tikus liar yang hidup di kawasan pedesaan hingga gudang penyimpanan di benua Amerika. Gejalanya meliputi demam, nyeri badan, tubuh lemas, batuk, hingga sesak napas. Masa inkubasinya berkisar satu sampai delapan minggu, bahkan untuk Andes Virus bisa mencapai 42 hari. Tingkat kematian tipe ini juga cukup tinggi, yakni sekitar 60%.

Sementara itu, tipe HFRS yang ditemukan di Indonesia memiliki karakteristik berbeda. Penyakit ini lebih banyak tersebar di Eropa dan Asia, termasuk Indonesia. Beberapa strain HFRS di antaranya Virus Hantaan, Virus Puumala, dan Virus Seoul, dengan Virus Seoul disebut menjadi salah satu yang ditemukan di Tanah Air.

Narasi soal pasien meninggal akibat hantavirus di Bandung mencuat usai dokter spesialis penyakit dalam RSHS Bandung, Elisabeth Hutajulu memaparkan kasus klinis pasien hantavirus dalam agenda sosialisasi terkait penyakit tersebut. Pasien yang disebut merupakan seorang buruh bangunan itu meninggal dunia setelah sempat dirawat selama tiga hari.

Pasien awalnya mengalami demam selama sekitar sepekan disertai nyeri perut kanan dan urine berwarna pekat. Kondisinya kemudian berkembang menjadi tubuh dan mata menguning, disusul nyeri otot hingga sesak napas berat yang membuat pasien harus menjalani tindakan intubasi.

Kemenkes menyebut hewan pembawa HFRS umumnya adalah Rattus norvegicus atau tikus got yang banyak ditemukan di wilayah perkotaan. Gejala HFRS meliputi demam, sakit kepala, nyeri badan, lemas, hingga ikterik atau kondisi tubuh menguning akibat gangguan hati. Masa inkubasi penyakit ini berkisar satu hingga dua minggu, dengan tingkat kematian sekitar 5% sampai 15%.

(dec)

No more pages