Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan satu UMKM tersebut merupakan PT Batanghari Sinar Energi di Kabupaten Batang Hari, Jambi.
UMKM tersebut meneken kontrak kerja sama produksi sumur minyak masyarakat dengan PT Pertamina EP melalui skema badan kerja sama usaha (BKU).
“Nah alhamdulillah kemarin uji coba satu UMKM sudah berhasil. Namun, ada kendala toll fee-nya Pertamina terlalu tinggi,” kata Djoko dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi XII DPR, medio Februari.
Berdasarkan data yang ditampilkan SKK Migas, terdapat 1.490 sumur di Aceh; 607 sumur di Sumatra Utara, 26.300 sumur di Sumatra Selatan, 11.509 sumur di Jambi, 4.391 sumur di Jawa Tengah, dan 798 sumur di Jawa Timur.
"Total 45.000 sumur lebih, dan sampai hari ini baru satu UMKM yang sudah mengalir minyaknya. [Sumur] yang lain dalam proses," ucap Djoko.
Di wilayah regional 1, SKK Migas juga mencatat terdapat dua calon mitra lain yang telah direstui Kementerian ESDM untuk menjual hasil minyak mentahnya ke Pertamina, yakni BUMD PT Petromuba (Perseroda) dan UMKM PT Keban Berkah Energi.
Kedua UMKM tersebut saat ini sedang menunggu kontrak jual–beli dengan Pertamina.
Lalu, terdapat 12 calon mitra sudah mengirimkan surat pengajuan ke Pertamina dan sedang diverifikasi dokumen persyaratannya.
Kemudian, di regional 4 terdapat 3 calon mitra sudah mengirimkan surat pengajuan ke Pertamina dan menunggu surat pertimbangan teknis. Kemudian, terdapat 14 potensi mitra tambahan.
Adapun, pemerintah telah menyiapkan skema pembelian hasil produksi minyak rakyat sebesar 80% dari Indonesian Crude Price (ICP).
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan sumur masyarakat tersebut dapat dijual secara legal usai terbitnya Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 14/2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi, pemerintah akan memberikan legalitas serta memastikan tata kelola berjalan sesuai standar keselamatan dan lingkungan.
Berdasarkan hitung-hitungan Kementerian ESDM, potensi tambahan produksi siap jual atau lifting minyak dari sumur masyarakat itu mencapai sekitar 6.000—10.000 barel minyak per hari (bph).
(azr/wdh)































