Logo Bloomberg Technoz

Pembentukan Danantara Sumberdaya Bisa Menekan Margin Emiten

Cahya Puteri Abdi Rabbi
21 May 2026 09:35

Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai badan ekspor terpusat untuk komoditas dinilai berpotensi menambah beban biaya bagi perusahaan, termasuk emiten di BEI, yang berujung pada tekanan margin laba.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Juan Harahap menyebutkan bahwa terdapat sejumlah risiko dari sisi finansial yang dapat memengaruhi kinerja perusahaan eksportir.

“Secara finansial, risiko penurunan dapat berasal dari harga jual rata-rata yang lebih rendah, potensi kerugian selisih kurs karena transaksi dengan BUMN diperkirakan menggunakan rupiah, serta adanya biaya jasa pihak lawan transaksi yang dikenakan oleh Danantara, yang semuanya berpotensi menekan margin perusahaan eksportir,” kata Juan dalam risetnya, dikutip Kamis (21/5/2026).


Selain itu, dari sisi operasional, Juan menyebut adanya potensi risiko terkait proses yang lebih panjang akibat tambahan tahapan birokrasi dalam mekanisme ekspor.

“Dari sisi pelaksanaan, waktu tunggu yang lebih lama akibat tambahan lapisan birokrasi juga dapat menjadi risiko penurunan,” ujar Juan.